Lubang Raksasa di Aceh Ternyata Bukan Sinkhole, tapi Ngarai, Seorang Pakar Jelaskan Perbedaan nya - FAKTA TAJAM

Minggu, 15 Februari 2026

Lubang Raksasa di Aceh Ternyata Bukan Sinkhole, tapi Ngarai, Seorang Pakar Jelaskan Perbedaan nya



Faktatajam.com Lubang raksasa seluas 3 hektare yang berada di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah ternyata bukan merupakan Sinkhole.

Lubang seluas 30 ribu meter yang telah tercatat mengalami pergerakan tanah sejak 2011 oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut ternyata merupakan Ngarai. 

Hal ini diungkapkan oleh Dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Salahuddin Husein, yang menyebut adanya pembentukan piping erosion. 

"Piping erosion atau erosi air bawah tanah yang membentuk saluran serupa pipa, lazimnya terjadi di dasar bendungan atau tanggul sungai. Ngarai dalam Bahasa Inggris disebut canyon, seperti Ngarai Sianok (Sianok Canyon) di Bukittinggi, Sumatera Barat," jelasnya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (14/2/2026). 

Lubang raksasan yang disebut sebagai Ngarai Ketol itu mirip dengan Ngarai yang berada di Bukttinggi, Sumatera Utara, yakni Ngarai Sianok. 

Padahal, sebelumnya lubang raksasa tersebut diduga merupakan Sinkhole.

Lantas, apa bedanya Sinkhole dan Ngarai?

Perbedaan Sinkhole dan Ngarai dari bentukan depresi
Salahuddin menjelaskan perbedaan dari Sinkhole dan Ngarai dari bentukan depresinya. 

"Sinkhole lazimnya berwujud depresi lubang yang dikelilingi tebing runtuhan, umumnya berasosiasi dengan aliran sungai bawah tanah," jelas Shalahuddin ketika dihubungi Kompas.com pada Minggu (15/2/2026). 

Salahuddin menjelaskan, lubang sinkhole dapat berbentuk membulat (sirkular) apabila hanya terdiri dari sinkhole tunggal, dan dapat juga berbentuk memanjang apabila terdiri dari beberapa sinkhole yang tersambung berdekatan.

Sinkhole memanjang sendiri disebut sebagai "uvala".

"Sementara itu, Ngarai berupa lembah memanjang yang dibatasi oleh tebing erosi vertikal, umumnya berasosiasi dengan aliran sungai permukaan," ungkap Salahuddin.

Perbedaan Sinkhole dan Ngarai dari proses terbentuknya
Sementara itu, dari proses pembentukannya, Salahuddin menjelaskan Sinkhole dapat terbentuk dari dua cara.

"Cara pertama adalah runtuhnya atap gua (sinkhole runtuhan) yang disebabkan semakin meluasnya ruang gua akibat pelarutan batu gamping oleh aliran sungai bawah tanah," kata Salahuddin. 

Cara kedua dapat dengan pelarutan batu gamping akibat merembesnya air permukaan ke bawah tanah untuk bergabung dengan aliran sungai bawah tanah (sinkhole pelarutan).

(Redaksi)
Comments
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done